Langsung ke konten utama

Darah air mata

rasa ini tak lagi sama
seakan sirna jua murka
mengenai sucinya jiwa
menembus rahasia sukma

hati ini tak bersih lagi
termakan panasnya bara api
teralir diderasnya air sungai
terbawa topan hingga tepi

tajam pisau mengiris jiwa
bercucuran darah air mata
tak ada seucap kata
menjelaskan itu apa

jika saja Tuhan tau
apa yang hamba mu mau
kabulkan segala doa wanita itu
khilaf sesal di ujung waktu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

I don't know what

Aku punya rasa Bukan coklat,  strawberry, atau  melon Tapi rasa kasih sayang Jika boleh Di ibaratkan Seperti membuat pancakes Yg manis pasti banyak yg suka Begitu sebaliknya. Yg tawar pasti sedikit peminatnya Maka dari itu pancakes yg manis tentu kita butuh perasaan untuk membuatnya Sama halnya dengan kasih sayang. Seorang anak yg memberi  kasih sayang dengan perasaan penuh akan duterima baik pula oleh ibunya.
Aku tak pernah tau kau anggap aku apa Aku berfikir, kau anggap ku bukan wanita baik Mungkin dari first time kita bertemu Ya.. Tempat berkonotasi negatif, tempat kita pertama bertemu! Ingatkah kamu waktu itu? Aku menatapmu tajam Sedang kau balas sama Lalu apa? Aku berharap kau belum punya teman wanita Ah bodoh! Halu saja! Ya memang bodoh! Akan ku kemanakan teman lelakiku juga Mana mungkin dia mau rasa sayangnya dibagi! Oh tidak! Halusinasiku terlalu tinggi untuk itu Sempat tak lagi berharap Ternyata benar sudah ada temannya Oh tapi tidak masalah karena kesepakatan Yaa tapi ku tidak nyaman dengan semua itu Tapi. Bagaimana ini, memang tidak bisa dibohongi. Apapun! Pertama Ya serba pertama Yang sulit untuk di singkirkan Mungkin sepele bagimu atau siapapun Tapi tidak denganku Itu berkesan, sangat berkesan Lupa? Tidak semudah itu Ini berat kata dilan Tapi aku sendiri tak kuat menahannya! Ingin aku marah Ingin aku ulangi waktu Tapi semua percuma!!